KONEN: SEBUAH RITUAL DOA KEPADA LELUHUR
(Penelitian terpublikasi Jurnal Sinta 5. Link: https://jurnal-stiepari.ac.id/index.php/jispendiora/article/view/2264)
Yohanis Kristianus Tampani
Pendidikan Sejarah, STKIP Sinar Pancasila
tampanijohn@gmail.com
Abstrak
Penelitian ini berjudul konen: sebuah ritual doa kepada leluhur. Penelitian ini akan dilaksanakan di Desa Numponi Kecamatan Malaka Timur Kabupaten Malaka. Metode penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yakni pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan studi kepustakaan dengan mengumpulkan literatur-literatur yang relevan dengan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada tiga hal pokok. Pertama; berkaitan dengan ritual konen. Ritual konen berasal dari kata ‘onen’ yang dalam Bahasa Dawan berarti ‘doa’ atau ‘berdoa’ yang merujuk pada permohonan kepada leluhur melalui perantara Tuhan. Dengan demikian, secara harafiah konen merupakan sebuah rangkaian upacara adat yang dilakukan kepala suku sebagai bentuk permohonan dan doa kepada roh nenek moyang (leluhur) untuk meminta petunjuk, berkat, perlindungan, dan keselamatan semua sanak saudara dalam suku. Ada bermacam-macam ritual konen seperti; peresmian rumah adat (tasep uim re’u), panen jagung (sau pena), perkawinan, merantau, sekolah, dan lainnya sehingga wujud permohonan dalam konen tentu berbeda-beda. Kedua; berkaitan dengan pelaksanaan ritual konen. Konen terjadi di rumah adat (suku) di mana seseorang membawa seekor ayam jantan, sirih dan pinang, dan lilin sebagai persembahan (sesajian) kepada nenek moyang sebelum kepala suku menyampaikan maksud, niat, dan tujuan. Ayam jantan tersebut disembelih sebagai kurban atau sesajian kepada nenek moyang sebagai wujud rasa syukur dan penghargaan kepada leluhur. Ketiga; berkaitan dengan makna dan simbolisme ritual konen. Pemberian sesaji berupa daging ayam, sirih-pinang, dan makanan merupakan persembahan kurban kepada roh nenek moyang sebagai wujud ungkapan rasa syukur dan simbol pertemuan antara orang yang masih hidup dan yang sudah meninggal (arwah nenek moyang). Sistem-sistem simbolik tersebut diyakini sebagai sarana untuk menghadirkan arwah nenek moyang yang dapat mengizinkan dan merestui permintaan dan permohonan saat ritual konen.
Kata Kunci: Konen, Ritual Adat, Leluhur.