Rabu, 26 Agustus 2026

 KONEN: SEBUAH RITUAL DOA KEPADA LELUHUR

(Penelitian terpublikasi Jurnal Sinta 5. Link: https://jurnal-stiepari.ac.id/index.php/jispendiora/article/view/2264)


Yohanis Kristianus Tampani

Pendidikan Sejarah, STKIP Sinar Pancasila

tampanijohn@gmail.com


Abstrak


Penelitian ini berjudul konen: sebuah ritual doa kepada leluhur. Penelitian ini akan dilaksanakan di Desa Numponi Kecamatan Malaka Timur Kabupaten Malaka. Metode penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yakni pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan studi kepustakaan dengan mengumpulkan literatur-literatur yang relevan dengan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada tiga hal pokok. Pertama; berkaitan dengan ritual konen. Ritual konen berasal dari kata ‘onen’ yang dalam Bahasa Dawan berarti ‘doa’ atau ‘berdoa’ yang merujuk pada permohonan kepada leluhur melalui perantara Tuhan. Dengan demikian, secara harafiah konen merupakan sebuah rangkaian upacara adat yang dilakukan kepala suku sebagai bentuk permohonan dan doa kepada roh nenek moyang (leluhur) untuk meminta petunjuk, berkat, perlindungan, dan keselamatan semua sanak saudara dalam suku. Ada bermacam-macam ritual konen seperti; peresmian rumah adat (tasep uim re’u), panen jagung (sau pena), perkawinan, merantau, sekolah, dan lainnya sehingga wujud permohonan dalam konen tentu berbeda-beda. Kedua; berkaitan dengan pelaksanaan ritual konen. Konen terjadi di rumah adat (suku) di mana seseorang membawa seekor ayam jantan, sirih dan pinang, dan lilin sebagai persembahan (sesajian) kepada nenek moyang sebelum kepala suku menyampaikan maksud, niat, dan tujuan. Ayam jantan tersebut disembelih sebagai kurban atau sesajian kepada nenek moyang sebagai wujud rasa syukur dan penghargaan kepada leluhur. Ketiga; berkaitan dengan makna dan simbolisme ritual konen. Pemberian sesaji berupa daging ayam, sirih-pinang, dan makanan merupakan persembahan kurban kepada roh nenek moyang sebagai wujud ungkapan rasa syukur dan simbol pertemuan antara orang yang masih hidup dan yang sudah meninggal (arwah nenek moyang). Sistem-sistem simbolik tersebut diyakini sebagai sarana untuk menghadirkan arwah nenek moyang yang dapat mengizinkan dan merestui permintaan dan permohonan saat ritual konen.

Kata Kunci: Konen, Ritual Adat, Leluhur.

Senin, 05 September 2016

INA



Ina, bagaimana keadaan ruang doa kita?
Aku ingat setiap pagi kau berada di sana
Menyemai harap pada mimpi-mimpi.

Pun rindu sering mengawan pilu,
aku mengusap wajahku di sana.

Agustus, 2016

DOA MALAM



: untuk Ayah dan Ibu

Aku masih mengingat kata,
Sering kita ucap selepas senja.
Juga telah tersimpan di dadaku
Bahkan sebelum mimpi mengelus mataku,
Aku sering membacanya.

Agustus, 2016

Minggu, 21 Agustus 2016

Agustus Kelabu (?)



Abu jalanan masih menempel di wajahnya
hitam nan pekat

Menyumbat kepala
juga dadamu
yang serakah.
 
Awal Agustus, 2016

Selasa, 05 Juli 2016

CINTA

Ia adalah alam
Bak kata
Yang kau dengungkan
Lewat angin.

Ia adalah keindahan
Seperti bianglala
Yang kau nikmati
Lewat diam.

Ia adalah kehidupan
Serupa mentari
Yang kau rasakan
Lewat kebahagiaan.

Ialah cinta
Yang ada di relung hati
Dan dasar jiwamu!

Malaka, 14 Februari 2016

Kamis, 30 Juni 2016

KEPADA ANGIN

Angin! Bawa pulang rindumu.
kau hanya akan membawa luka
biarkan kesendirian ini menemukan jalannya.

Aku sedang mencumbui pagi!

Juni,  2016

Sabtu, 25 Juni 2016

ADA RINDU DI SANA

Pada matamu, ada bening-bening
mengalir lalu menetes.
seperti rambutmu, angin menyibak
terurai helai demi helai.
di dadamu, telah menempel
setumpuk kenangan.

Pun di bibirmu,
rinduku membenam
di sana,
selamanya!


Malang, 2016